Pada tahun 1900 di desa ampukung ada seorang tokoh
yang bernama H. Sulthani, beliau sangat disegani oleh semua pihak, bahkan para
tentara belanda pun takut dengan beliau, atas dasar itulah maka warga
masyarakat bermusyawarah dan sepakat
mengangkat beliau menjadi kepala kampung, kemudian kampung tersebut lalu
di beri nama ampukung.
Ampukung
terdiri dari kata Ukung. Yang artinya Terkurung. Pada saat itu Warga masyarakat banyak mayoritas
pekerjaannya sebagai nelayan, mereka mencari ikan dengan menggunakan alat yang
mereka sebut TUKUNG,
juga Dulunya Desa Ampukung adalah tempat pelarian orang –
orang pelaku kriminal, seperti pencuri, perampok dll. Namun dalam pelariannya
para pelaku kriminal tidak bisa kabur atau meloloskan diri karena terkurung atau terkepung ( Ukung )
karena desa Ampukung ini dikelilingai sawah ( Timur ) dan Sungai ( Barat ).Penduduk Desa Ampukung juga sering menyebut kata Ta”UKUNG yang artinya terkurung, karena sangat sulit untuk
menuju Kota karena tidak adanya akses penyebrangan seperti Jembatan untuk
menuju daerah perkotaan. Sehingga dapat
dikatakan penduduk desa terkurung di desa tersebut. Dan ahirnya dikenallah desa tersebut dengan kata “Ampukung”Pada masa sebelum indonesia
merdeka luas wilayah desa ampukung sangatlah luas, Namun setelah indonesia
merdeka dilakukanlah perubahan, Terjadi pemekaran dan terpecah menjadi tiga
desa yaitu Desa ampukung, Masintan (
Kecamatan Kelua ) dan Desa jirak ( Kecamatan Pugaan ). Pada saat itu desa ampukung masih dipimpin oleh H.
Sulthani yang mana warga masyarakat sangat akrab dengan beliau, dan beliau di
kenal dengan panggilan NI” UNGU.Kemudian dilakukan lagi
pemekaran, desa ampukung menjadi dua, yaitu ampukung hulu dan ampukung hilir, namun
setelah berjalan beberapa tahun dirasakan oleh masyarakat kurang sesuai dengan
situasi dan kondisi pada saat itu,maka pada tahun 1991 melalui rapat dan
musyawarah desa digabungkan kembali menjadi satu desa, yaitu menjadi Desa Ampukung.
Demikian sejarah singkat Desa
Ampukung, semoga dapat di fahami dan di
mengerti, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Pada tahun 1900 di desa ampukung ada seorang tokoh
yang bernama H. Sulthani, beliau sangat disegani oleh semua pihak, bahkan para
tentara belanda pun takut dengan beliau, atas dasar itulah maka warga
masyarakat bermusyawarah dan sepakat
mengangkat beliau menjadi kepala kampung, kemudian kampung tersebut lalu
di beri nama ampukung.
Ampukung
terdiri dari kata Ukung. Yang artinya Terkurung. Pada saat itu Warga masyarakat banyak mayoritas
pekerjaannya sebagai nelayan, mereka mencari ikan dengan menggunakan alat yang
mereka sebut TUKUNG,
juga Dulunya Desa Ampukung adalah tempat pelarian orang –
orang pelaku kriminal, seperti pencuri, perampok dll. Namun dalam pelariannya
para pelaku kriminal tidak bisa kabur atau meloloskan diri karena terkurung atau terkepung ( Ukung )
karena desa Ampukung ini dikelilingai sawah ( Timur ) dan Sungai ( Barat ).Penduduk Desa Ampukung juga sering menyebut kata Ta”UKUNG yang artinya terkurung, karena sangat sulit untuk
menuju Kota karena tidak adanya akses penyebrangan seperti Jembatan untuk
menuju daerah perkotaan. Sehingga dapat
dikatakan penduduk desa terkurung di desa tersebut. Dan ahirnya dikenallah desa tersebut dengan kata “Ampukung”Pada masa sebelum indonesia
merdeka luas wilayah desa ampukung sangatlah luas, Namun setelah indonesia
merdeka dilakukanlah perubahan, Terjadi pemekaran dan terpecah menjadi tiga
desa yaitu Desa ampukung, Masintan (
Kecamatan Kelua ) dan Desa jirak ( Kecamatan Pugaan ). Pada saat itu desa ampukung masih dipimpin oleh H.
Sulthani yang mana warga masyarakat sangat akrab dengan beliau, dan beliau di
kenal dengan panggilan NI” UNGU.Kemudian dilakukan lagi
pemekaran, desa ampukung menjadi dua, yaitu ampukung hulu dan ampukung hilir, namun
setelah berjalan beberapa tahun dirasakan oleh masyarakat kurang sesuai dengan
situasi dan kondisi pada saat itu,maka pada tahun 1991 melalui rapat dan
musyawarah desa digabungkan kembali menjadi satu desa, yaitu menjadi Desa Ampukung.
Demikian sejarah singkat Desa Ampukung, semoga dapat di fahami dan di mengerti, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Demikian sejarah singkat Desa Ampukung, semoga dapat di fahami dan di mengerti, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
